Bersama Alex Rins, Suzuki Menjadi Penantang Serius Di MotoGP

Pada balapan pembuka musim MotoGP 2019 di sirkuit Qatar tadi malam, pembalap Suzuki Ecstar, Alex Rins tampil sangat mengesankan. Meskipun gagal naik podium tapi ini merupakan awal yang bagus buat Rins, termasuk Suzuki sendiri.

Meskipun comeback ke MotoGP baru tahun 2015 kemarin, namun dengan cepat performa Suzuki mampu sejajar dengan pabrikan lama macam Honda, Yamaha, dan Ducati. Kini statusnya di MotoGP bukan lagi sebagai pelengkap, namun menjadi penantang yang siap menerkam.

Mereka para Insinyur Suzuki benar-benar melakukan pengembangan motor yang sangat luar biasa. Dalam kurun waktu 4 tahun (2015-2018) mereka mampu mengejar ketertinggalan dari pabrikan yang sudah lama dan kompetitif di MotoGP.

Bukan hanya Alex Rins, rekan setimnya Joan Mir juga tampil sangat kompetitif saat balapan Qatar 2019. Itu menandakan bahwa motor Suzuki berada dalam performa yang baik, terbukti kedua pembalapnya sama-sama kompetitif.

Pengembangan Suzuki GSX-R mengaju pada Alex Rins yang memang merupakan sebagai pembalap utama Suzuki. Manager Tim Suzuki, Davide Brivio percaya dan meyakini bahwa Alex Rins akan menjadi masa depan Suzuki di MotoGP.

Banyak yang menyayangkan saat Brivio tidak memperpanjang kontrak Andrea Iannone dan menilai Brivio terlalu naif. Namun itu bukan keputusan yang salah, namun juga tidak benar. Brivio akan salah jika membuang Rins.

Brivio menginginkan pembalap muda, maka dari itu lah Ia lebih memilih mengontrak Joan Mir ketimbang memperpanjang kontrak Iannone. Itu semua karena Ia ingin menciptakan pembalap masa depan Suzuki.

Top speed Suzuki juga tidak tertinggal jauh dari para rival. Tapi dengan karakter motor GSX-R yang smooth dan lincah mampu menutupi kekurangan top speed.

Jika melihat race MotoGP Qatar 2019, maka dipastikan di sisa balapan musim Suzuki akan mampu selalu bersaing di barisan depan.

Berikan Rating sekarang!

Komentar dengan Facebook

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here