Beranda MotoGP Kenapa Zarco tidak kompetitif lagi? Ini alasannya!

Kenapa Zarco tidak kompetitif lagi? Ini alasannya!

Bos tim Tech3 Hervé Poncharal berbicara tentang alasan kenapa Johann Zarco melemah sejak MotoGP Mugello. Zarco tidak pernah finish di lima besar setelah balapan di Jerez.

Monsterbalap.com -Setelah berhasil mendapatkan podium kedua di Argentina dan Jerez, pembalap Yamaha Tech3 Johann Zarco tidak pernah lagi mampu menjadi top-5 saat balapan.

Saat sebelum GP Sachsenring Zarco berada di posisi keempat dalam klasemen, namun posisinya merosot di posisi kelima dalam klasemen setelah hanya mampu finish di tempat kesembilan pada balapan Sachsenring.

Bos tim Hervé Poncharal mencoba menjelaskan soal formasi anak didiknya: “Saya ingin menjelaskan dan memahaminya. Ada keseimbangan yang sangat rumit yang memastikan bahwa pengemudi dan timnya bisa merasa nyaman dengan sepeda. Keseimbangan ini memungkinkan pengemudi untuk mendapatkan hasil maksimal dari paketnya.”

“Segalanya terasa mudah awal musim ini. Lebih mudah daripada sekarang, bahkan lebih mudah daripada tim pabrikan. Tapi semuanya menjadi lebih sulit sejak kecelakaan di Le Mans, “jelas Poncharal.

“Jika Anda melihat situasi kami di musim 2017, itu hampir mirip dengan situasi kami saat ini. Segalanya baik dan mudah sampai Le Mans, tetapi setelah dari Mugello segalanya menjadi lebih sulit. Ini mirim sekali dengan musim 2017. Pengendara, tim dan fans mungkin sedikit kecewa.”

Selain faktor dari pembalap dan tim, sebenarnya ada faktor lain yang menyebabkan performa Zarco dan Tech 3 turun drastis, yaitu karena tidak adanya dukungan dari tim pabrikan saat musim dimulai dari Qatar hingga Valencia.

“Alasannya adalah karena tim satelit tidak bisa melakukan pengembangan, itulah kenapa Zarco berada di urutan kelima dalam Kejuaraan Dunia. Ya memang ini tidak fair, tetapi tidak ada pilihan lain karena tidak ada yang spesial dalam tim kami.”

“Setiap produsen atau pabrikan membawa beberapa pembaruan selama semusim, tapi tidak buat motor kami, Motor kami tidak akan dapat apapun untuk melakukan pengembangan dari Qatar ke Valencia. Itu bukan suatu alasan, tapi memang begitulah adanya.”

“Dan itulah yang ada dalam pikiran Zarco. Tahun lalu dia tidak terlalu khawatir soal hasil, karena dia seorang pemula/rookie, tetapi tahun ini dia menempati posisi kedua di Klasemen setelah finish kedua di Jerez, dengan itu tentu saja tujuannya menjadi lebih tinggi, tapi sayang itu tidak tercapai. Ini akan menjadi sebuah pelajaran buat kami semua”.

Komentar dengan Facebook

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here