Beranda MotoGP Lin Jarvis: Yamaha tertarik dengan Morbidelli dan Marc VDS, tapi?

Lin Jarvis: Yamaha tertarik dengan Morbidelli dan Marc VDS, tapi?

Monsterbalap.com – Secara resmi Yanaha masih memikirkan apakah akan menggunakan tim satelit atau tidak utntuk musim 2019 setelah di tinggal Tech3 yang beralih ke KTM.

Pada race pembuka di Qatar minggu lalu Direktur pelaksana Ymaha Racing, Lin Jarvis mengungkapkan berharap mendapatkan pengganti Tech3, dengan tambahan:

“Tentu saja, ini adalah pilihan yang sulit. Ada dua pilihan; ganti Tech3 dengan tim lain, atau tidak. Jadi kita harus mengevaluasi itu, tergantung pada mitra yang mungkin kita temukan.”

Tapi rumor panas di Losail bahwa tim Marc VDS menjadi kandidat terdepan untuk mengambil alih Yamaha M1.

Morbidelli telah dipromosikan ke MotoGP oleh Marc VDS setelah memenangkan juara dunia Moto2 tahun lalu. Dia juga merupakan anggota VR46 Riders Academy, di mana Yamaha adalah ‘Official Partner and Motorcycle Supplier’ untuk program Valentino Rossi tersebut.


“Kami memiliki program dengan Akademi VR46, dengan ide untuk mengambil beberapa pembalap mereka jika mereka menarik bagi kami,” kata Jarvis.

“Tapi Kadang-kadang itu tidak berhasil. Kasus yang bagus adalah Franco Morbidelli. Tapi dia sudah pindah ke MotoGP musim 2018, padahal Kami sangat tertarik untuk membawanya”.
 

“Tetapi pada waktu itu, Jonas Folger dan Zarco sudah mengkonfirmasi kontrak untuk tahun ini. Rossi dan Viñales sudah mengkonfirmasi kontrak untuk tahun ini. Jadi kami tidak punya tempat untuk Morbidelli, Itulah masalahnya.”

Morbidelli akan menjadi bagian dari terget jika Yamaha setuju dengan ketentuan Marc VDS.


“Franco berada di bawah kontrak dengan kami hingga akhir 2019, itu jelas,” kata juru bicara Marc VDS kepada Crash.net .

Marc VDS merupakan target Yamaha, tetapi Marc VDS masih bersam Honda dan bahkan Marc VDS pun juga mendapat tawaran dari Suzuki untuk menjadi tim satelitnya. Lalu dengan cara apa supaya Marc VDS mau meninggalkan Honda dan menolak tawaran Suzuki?

“Kami mencari kemitraan untuk jangka panjang dengan pabrikan manapun dan Michael Bartholemy, [manajer tim] telah menyatakan secara terbuka bahwa kesepakatan kontrak tiga tahun adalah pilihan yang lebih bagus bagi kami,” kata juru bicara Marc VDS.
 

“Saya tidak dapat berbicara tentang produsen tertentu, tetapi kami jelas akan mencari paket teknis terbaik dari produsen mana pun, terutama jika Franco berkinerja seperti yang diharapkan musim ini.”

Denagn kata lain, bahwa Marc VDS secara tidak langsung menginginkan sepeda berspesifikasi pabrikan jika nantinya sepakat dengan tim manapun termasuk Yamaha.

“Tidak sperti LCR Honda dan pramac Ducati, Tech3 tidak pernah mendapatkan paket pabrikan meskipun Johan Zarco tampil jangan heroik selama debutnya di MotoGP, dan hal itulah yang menyebabkan tim Tech3 meninggalkan Yamaha.”


Tentang masalah pemberian sepeda paket factory, Jarvis pun mengatakan bahwa kebijakan tersebut dapat berubah pada kesepakatan dan perjanjian baru. Dan Dia juga mengatakan bahwa Herve Poncharal (Boss Tech3) pergi bukan semata-mata karena paket yang diberikan oleh Yamaha.

“Saya pikir Herve mendapat proposal [dari KTM] yang dia sendiri gambarkan sebagai ‘tawaran yang tidak bisa dia tolak’,” kata Jarvis. 

 “Biasanya penawaran itu berasal dari Italia, tetapi dalam kasus ini berasal dari Austria!”
 
“Kami menghormati keputusan itu dan kami menyesali keputusan itu, karena kami sudah 20 tahun bersama. Yang pasti Valencia pada akhir tahun akan menjadi hari yang menyedihkan.”
 
Jarvis menambahkan: “Saya tidak percaya Hervé pergi karena dia tidak merasakan dukungan dari Yamaha. Saya pikir Hervé pergi karena dia memiliki tawaran fantastis dari pesaing, yang benar-benar perlu memiliki tim satelit. Tawaran itu mungkin termasuk banyak hal termasuk kinerja sepeda, keuangan,  dan  stabilitas.”
 
“Memang benar bahwa kami belum menyediakan sepeda pabrikan untuk Johann, tetapi kami selalu menghormati kebijakan dalam kontrak kami. Kontrak kami dengan Hervé bukan untuk menyediakan sepeda pabrik. Jadi kami menyediakan sepeda yang kadang-kadang lebih cepat daripada sepeda pabrik kami, jadi saya pikir selalu ada dua sisi untuk setiap cerita.” Ungkap Jarvis seperti yang dikutip cras.net.

Komentar dengan Facebook

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here