Lorenzo Pensiun Karena Takut Dengan Kursi Roda?

Setelah Jorge Lorenzo menyatakan untuk pensiun, Lorenzo mengemasi tasnya di rumahnya Cassarate dan pergi liburan ke Bali, Indonesia untuk menenangkan beban pikiran yang diperolehnya saat menjalani musim buruk di musim terakhirnya di MotoGP.

Beberapa hari yang lalu Lorenzo bertemu dengan Alex Criville dalam sebuah video yang dibuat oleh Repsol Honda. Dua pembalap Spanyol tersebut berbincang-bincang tentang perjalanan karir mereka di dunia balap.

Yang menarik adalah beberapa pernyataan tentang Lorenzo. Setelah 18 tahun terjun di dunia balap, Lorenzo telah mengumpulkan gelar juara sebanyak 5 kali, 3 kali di MotoGP dan 2 kali di kelas 250cc pada tahun 2006 dan 2007.

Karir paling suksesnya adalah saat Ia membalap bersama Yamaha dengan mengoleksi 3 gelar juara dunia. Selain Yamaha Ia juga sukses bersama Ducati, meskipun tidak meraih gelar juara dunia tapi setidaknya Ia mampu menjinakkan motor Ducati sebelumnya akhirnya pindah ke Repsol Honda.

Bergabung dengan Repsol Honda merupakan sebuah mala petaka buat Lorenzo. Ia sukses menjinakkan Yamaha M1 dan Ducati Desmosedici, namun Ia gagal menaklukan Honda RC213V.

Ya sangat aneh memang, seorang Jorge Lorenzo lima kali juara dunia gagal menaklukan sebuah motor, apalagi motor tersebut merupakan motor juara. Namun Jorge Lorenzo mengaku tidak menyesal telah bergabung bersama Repsol Honda.

Saat Ia ditawari kontrak oleh HRC Ia mengatakan bahwa Ia tidak bisa menolak. Karena menurutnya, ibarat sepak bola, ditawari kontrak oleh HRC sama dengan ditawari kontrak oleh Real Madrid ataupun Barcelona.

Saat usia 32 tahun saya memiliki kesempatan untuk bergabung dengan Honda dan Saya tidak bisa mengatakan tidak. Honda adalah tim besar dengan gelar terbanyak. Bergabung Honda seperti halnya menandatangi kontrak dengan Real Madrid atau Barcelona.” Ucap Lorenzo.

Mala petakan pun terjadi, berharap akan lebih kompeitif dengan mengendarai motor Honda, justru Lorenzo mendapatkan banyak cedera di lintasan karena tidak kemampuannya dalam mengendalikan RC213V.

Lorenzo menderita cedera Vertebra yang membuatnya harus lebih hati-hati saat mendorong RC213V, bahkan hingga membuatnya untuk memilih gantung helm untuk menghindari resiko yang lebih parah yang dapat membuatnya duduk di kursi roda dalam sisa hidupnya.

Dia sadar bahwa dia tidak memiliki kesempatan untuk bersaing di barisan depan. Sejak saat itu ia berhenti berkendara sampai melewati batas, karena ia paham bahwa motor RC213V sangat tidak cocok dengan ridding style nya.

Setelah insiden di Assen saya sudah berpikir untuk pensiun. Tapi saya masih perlu waktu untuk mengambil keputusan pensiun atau tidak. Saat balapan di wilayah Asia saya ingin tahu apakah saya dapat mengembalikan motivasi saya atau tidak tentang motor Honda. Tapi itu tidak berhasil, saya tidak bisa menemukan motivasi baru. Dan saya putuskan untuk pensiun.” Tutup Jorge Lorenzo.

Berikan Rating sekarang!

Komentar dengan Facebook

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here