Penonton MotoGP Sudah Mulai Bosan, Dorna Harus Segera Bertindak

Siapa yang tidak tahu MotoGP? Semua orang tahu baik orang kecil maupun orang dewasa. MotoGP adalah salah satu olahraga balap terakbar di dunia karena menggunakan motor dengan teknologi khusus yang tidak diperjual belikan secara publik.

Sejak dulu MotoGP sangat digemari karena banyak menyuguhkan aksi-aksi menarik yang dilakukan oleh para pembalap di atas lintasan. Tak jarang kita sebagai penonton ikut terbawa suasana hingga berdebar-debar ketika ada aksi saling overtake antar pembalap.

Dulu semua pembalap nyaris kompetitif dan mampu bersaing, kesenjangan gap antar pembalap pun juga tidak terlalu jauh. Semua bisa mempunyai kesempatan untuk menang.

Kita sadar bahwa seiring berjalannya waktu dan berkembangnya teknologi pasti akan ada yang namanya perubahan. Tapi kita sangat tidak menduga jika perubahan itu juga terjadi terhadap tingkat kekompetitifan pembalap MotoGP itu sendiri.

Seperti yang kita tahu bahwa Marquez adalah salah satu pembalap yang tercepat di MotoGP saat ini, bahkan mungkin hanya satu-satunya. Dia selalu tampil kompetitif di semua sirkuit, di setiap balapan semua orang tahu bahwa dia yang akan menang.

Jika dulu MotoGP sangat menarik, berbeda dengan sekarang, sekarang semua sudah berubah, bahkan bisa dibilang MotoGP membosankan. Saat menonton MotoGP kita serasa menonton acara mancing. Dari awal hingga menjelang balapan berakhir jarang kita temukan aksi salip-menyalip antar pembalap.

Kita sebagai penonton sudah bisa memprediksi siapa yang akan menang, dan kapan akan ada aksi overtaking. Ya, kita semua sudah tahu bahwa Marquez yang akan menang. Meskipun saat balapan dia masih berada di posisi kedua dan seolah-olah mengejar pembalap di depan, tapi kita sudah tahu bahwa dia yang akan menang karena dia akan memberikan tekanan di lap terakhir. Dia selalu melakukan hal itu hampir di setiap balapan. Sangat membosankan.

Karena hal itu, Jadi saat setiap kita menonton MotoGP kita tidak perlu menonton dari awal sampai akhir. Kita hanya perlu menyalakan TV saat start dimulai, lalu matikan TV dan kemudian kembali nyalakan TV saat balapan hampir selesai. Itu karena di tengah-tengah balapan tidak ada aksi yang menarik. Dengan itu kita bisa menghemat tagihan listrik.

Dorna selaku promotor MotoGP harus segera bertindak melakukan sesuatu untuk memperbaiki masalah ini seperti yang pernah mereka lakukan dulu. Dulu Dorna melakukan penyeragaman ECU dengan tujuan supaya semua pembalap dapat bersaing di barisan depan. Jadi semua tim harus menggunakan ECU yang direkomendasikan oleh Dorna, yaitu ECU Magneti Marelli. Tapi sekarang apa yang terjadi? Apakah tujuan itu berjalan dengan baik? Lihat kenyataannya sekarang!

Kami tidak menuntut semua pembalap atau tim bisa kompetitif, karena kami sadar bahwa setiap pembalap dan tim mempunyai kemampuan yang berbeda-beda. Tapi sangat aneh rasanya jika dari 22 pembalap hanya 1 pembalap saja yang nyaris bisa menang di setiap balapan, dalam hal ini contohnya adalah Marc Marquez. Di musim ini Marquez tidak pernah finish di luar dua besar, dia hanya sekali tidak naik podium itupun saat dia jatuh di MotoGP Amerika.

Apakah salah jika Marquez selalu menang? Tentu saja jawabannya TIDAK! Tapi kenapa hanya Marquez? Sedangkan rekan setimnya yang menggunakan motor yang sama tidak bisa seperti Marquez padahal dia seorang juara dunia 3 kali?

Kami senang jika Marquez menang, bahkan juara dunia sekalipun. Tapi bukan cuma itu yang kami inginkan, kami menginginkan tontonan yang menarik meskipun kami tahu bahwa balapan bukanlah drama. Kembalikan MotoGP yang dulu!

Berikan Rating sekarang!

Komentar dengan Facebook

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here