Beranda Kriminal Korban begal menjadi tersangka karena membela diri?

Korban begal menjadi tersangka karena membela diri?

Korban begal jadi tersangka karena pelaku tewas

Monsterbalap.com 

Miris gess, seorang korban begal menjadi tersangka karena telah membacok tersangka begal hingga tewas. Korban menjadi tersangka? Woww keren bingitts yaa hukum di negeri kita tercinta ini?

Apa salahnya korban, Dia kan hanya berusaha membela diri dari tersangka yang membahayakan nyawanya dan hendak merampas motor serta HP nya, masak iya kita dibegal harus diam aja? Selagi bisa dan mampu ngelawan yaa harus dilawan, Nahhh…

Kalau kita diem yaa habis deh barang kita…ya kalau pihak berwajib bisa melacak dan menangkap tersangka, kalau enggak? Siapa yang rugi dan siapa yang mau ganti rugi?

Dia korban (MIB) melawan dua tersangka lhoo, apa lagi tersangka membawa celurit, hanya ada dua pilihan, melawan atau tidak. Kalau tidak melawan habis hartanya, kalau melawan nyawa taruhannya karena si tersangka begal membawa sajam. Dan Dia memilih melawan karena yakin mampu, ehhh malah jadi tersangka.

Kejadian tersebut terjadi di Bekasi,Jawa Barat, Rabu (23/05). Kejadian di Jl layang summarecon. Dikatakan AKBP Jairus Saragih, kronologis kejadian bermula saat (IMB) dan saksi mata sekaligus rekan mainnya, Rofiki sedang berpergian di jembatan layang Summarecon.

“Aric (Tersangka yang tewas) langsung turun dari sepeda motornya dan mengeluarkan celurit yang disimpan di bagian perutnya lalu diarahkan kepada Rofiki sambil merampas ponselnya,” katanya di Bekasi, Jumat (25/5).

Aric juga melakukan hal yang sama kepada (MIB) namun korban (MIB) tidak mau menyerahkan ponselnya dan melawan. “Bacokan itu ditepis tangan MIB, dan keduanya terlibat duel hingga akhirnya Aric terjatuh dan celurit miliknya direbut MIB,” katanya.

Setelah berhasil merebut celurit dari Aric lalu MIB mengayunkan celuritnya ke arah Aric .”Rekan Aric, Indra Yulianto turun dari motornya dan berniat membantu Aric, namun langsung dihadang MIB dengan celurit sambil meminta ponsel milik Rofiki segera dikembalikan,” katanya lagi. Dan setelah ponsel dikembalikan lalu kedua tersangka lari, dan Aric tewas saat menjalani perawatan di RS.

Namun menurut Jairus, Polisi telah menangkap korban MIB beserta barang bukti. Dan menjadikannya tersangka.
“MIB saat ini dijerat dengan pasal 351 KUHP dengan ancaman penjara maksimal tujuh tahun,” katanya lagi seperti yang dilansir dari Republika.co.id oleh Monsterbalap.com

Efek dari kasus ini tentu sangat tidak baik untuk ke depannya. Seolah-olah penegak hukum memerintahkan kita untuk tidak melawan saat dibegal. Karena jika melawan kita yang akan dihukum padahal nyawa kita juga yang jadi teruhannya.

Dan untuk begal sendiri akan lebih besar kepala karena mereka berpikir saat beraksi korbannya nggak akan melawan karena takut terjerat hukum.

Nahh jadi bingung kan?? Dari kasus ini seolah-olah penagak hukum atau pihak berwajib merasa mampu memberantas begal, nyatanya sampai saat ini begal masih berkeliaran. Dan si korban (MIB) pasti menyesal karena telah berusaha melawan kejahatan, kasarannya gini: “Tau gini mah mending kehilangan motor dan HP daripada membela diri tapi malah dihukum”.

Tapi yaa embuhh lahh… mungkin memang seperti ini hukum di Indonesia. Tulisan ini bukan berbentuk serangan untuk penegak hukum, tapi hanya sekedar menggambarkan apa yang telah terjadi.

Komentar dengan Facebook

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here